Racauan Tentang Lautan dan Gurun

Putar video ini sambil membaca.

 

Pikiran bukanlah sungai yang mengalir dari hulu ke hilir. Pikiran adalah lautan yang ketika permukaannya tenang, maka di dalam bertemu arus-arus dengan perbedaan suhu, dan ketika badai, di dalam tersembunyi ketenangan yang tidak disadari. Kedalaman pikiran setiap orang berbeda-beda. Mereka yang dangkal, tidak memiliki banyak kehidupan di pikirannya, mereka yang dalam memungkinkan kehidupan.

Kedalaman pikiran yang sedalam lautan akan menghasilkan kehidupan bukan hanya di laut, tapi di pulau-pulau pikirannya. Saya tidak percaya pepatah lama bahwa manusia bukanlah pulau. Kita bisa menjadi sebuah pulau, di tengah lautan. Seseorang dengan pikiran yang dalam akan punya banyak pulau, dengan berbagai macam bentuk, tempat ia merenung, tertawa, menangis sendirian. Karena hanya ada dua tempat dimana orang bisa benar-benar sendirian, terputus dari manusia lain, dari alam: di dalam pikiran dan di dalam kuburan.

Yang menyedihkan adalah orang dengan pikiran yang dangkal, maka ia hanya punya sedikit kubangan air, dan sisanya gurun pasir dengan tanah gersang. Beberapa orang dengan pikiran dangkal ini punya keberuntungan, ketika mereka menemukan oase dalam bentuk cinta atau agama–itulah kubangan air tadi. Yang paling menyedihkan adalah mereka yang merasa memiliki oase, menghabiskan hidupnya untuk mengejarnya, untuk mengobati kehausan keberadaanya, namun hanya menemukan fatamorgana.

Kaum fatamorgana ini hidup tanpa banyak referensi, dan dengan buta mengikuti ilusi yang ditunjukkan oleh orang lain. Orang-orang yang jauh dari cahaya Tuhan: kreatifitas. Mereka merasa menemukan jalan yang lurus, jalan yang sudah dibuat orang lain, tanpa sadar bahwa jalan itu tidak akan membawa mereka kemanapun. Beberapa dari mereka hidup dengan ambisi yang sedangkal pikirannya, ambisi akan kekayaan dan kekuasaan. Visi mereka adalah keagungan diri, dan hasrat untuk menguasai orang lain, menguasai alam sekitarnya. Mereka yang disebut orang-orang serakah.

Tapi keserakahan punya akar yang lebih berbahaya, akar yang merusak semua hal di dalam kehidupan: rasa iri, syirik. Inilah sumber penyakit hati, ketika seorang makhluk berakal membandingkan dirinya dengan yang lain, dan mulai menginginkan apa yang dimiliki orang lain, tanpa ada rasa syukur terhadap eksistensi diri sendiri, tanpa punya pencarian tentang apa yang sebenarnya ia butuhkan. Segala cara dijalankan untuk mendapatkan identitas itu, memuaskan hasrat itu, namun tidak mau melewati proses yang dilewati orang lain. Iri hati adalah matahari gelap yang sangat panas, yang berusaha untuk mengisi kehampaan dengan fatamorgana. Kekosongan, diisi kekosongan, menghasilkan sebuah energi jahat yang menghancurkan dirinya sendiri dan segala yang ada disekitarnya.

Lalu bagaimana caranya hidup? Bagaimana caranya membuat lautan? Bagaimana caranya memperdalam pikiran?

Sederhana, ingat perintah pertama salah satu agama terbesar di bumi ini: IQRA. Bacalah. Bacalah buku, bacalah manusia, bacalah keadaan, bacalah alam, bacalah diri sendiri. Bacalah sampai habis. Setelah selesai membaca, refleksi dan evaluasi akan muncul dengan sendirinya. Air kehidupan menjelma lautan, lautan memberi benih-benih kehidupan. Dengan membaca, muncullah lautan di gurun, lalu perlahan muncullah makhluk hidup di dalam laut, yang berevolusi menjadi berbagai macam jenis. Suatu hari ledakan-ledakan bawah laut membuat pulau-pulau. Di pulau-pulau kau bisa mulai menulis, mendesain, membuat tempat-tempat tinggal yang paling sempurna untukmu, yang bisa kau kunjungi dalam setiap kesedihan, kemarahan, kebingungan, atau kesepian. Dan di satu titik, kau bisa mengajak orang lain mengunjungi pulau-pulaumu.

Ini adalah salah satu pulauku, kau boleh datang kemari dan kita bisa berbincang berdua. Dan ketika kita berbincang, kau sedang membawa bagian dari diriku ke dalam laut pikiranmu. Hingga suatu hari kuharap aku bisa berada di pulau mu. Kita bisa berbincang di pulau yang sama, bahkan ketika aku telah jauh darimu.

Dan kita tidak akan pernah kesepian, sesesepi apapun kenyataan kita.

Iklan

Satu respons untuk “Racauan Tentang Lautan dan Gurun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s