Tarung Rahwana (Part I)

RAMA, DI ARENA KEHIDUPAN HANYA ADA KESENDIRIAN Pandangannya kabur. Ia jatuh terjerembab di lantai semen dan ia melihat genangan darah yang mengalir dari wajahnya. Suara orang berteriak-teriak bergaung. Perlahan ia lihat sesuatu melayang dengan lambat semakin cepat ke arah wajahnya: sebuah tendangan. Dengan sigap ia lemparkan tubuhnya sendiri dengan kedua tangan yang menyentuh lantai, dan…

Baca Selengkapnya

Tarung Rahwana (Part 2)

SINTA KESUCIAN ITU BUKAN MILIK PEREMPUAN Lelaki itu mendengkur keras. Perutnya yang gemuk kembang-kempis dan penis mungilnya nya terjepit sembunyi di antara lemak tubuhnya. Sinta terbaring di sebelahnya, telanjang. Matanya terbuka sedari tadi dan ia menunggu sampai laki-laki itu benar-benar tertidur pulas. Lalu ia bangun dan pergi ke kamar mandi. Ia menyalakan shower, memastikan air…

Baca Selengkapnya