Racauan, Workshop

5 Cara Menulis dengan Aliran Kesadaran (Automatic writing)

Aliran kesadaran adalah teknik menulis tanpa berpikir. Sang pengarang mengerahkan seluruh imajinasinya secara improvisasi tanpa tahu plotnya akan mengarah kemana dan kapan tulisan itu akan selesai. Ini bukan teknik baru, tapi memang mencapai puncak kejayaannya setelah zaman romantik Eropa, ketika psikologi, psikoanalisis dan naturalisme berkembang pesat sejalan dengan revolusi Industri dan kebutuhan manusia Eropa untuk jadi bebas.

Tulisan ini akan membahas bagaimana caranya menulis dengan aliran kesadaran tersebut, hingga penulis bisa bebas dari writers block, dan bisa produktif dengan tulisan yang tetap berkualitas.

1. Perbanyak referensi

Referensi bisa adalah buku, diskusi, film, seni rupa, seni lukis, seni musik atau apapun yang membuat hidupmu terisi dengan luas. Seleramu harus bisa kamu nomor dua kan, dan kamu harus cukup kepo untuk punya banyak referensi. Semangat belajar dan keingintahuan, bisa membantumu sebagai penulis. Jangan lupa jalan-jalan dan ngobrol dengan banyak orang di perjalananmu.

2. Lupakan referensi

Membaca, menonton, dan diskusi harus jadi keseharian dalam hidupmu, dan dengan itu kamu bisa membawa referensimu ke alam bawah sadar dengan cara melupakannya, lalu membaca/menonton/berdiskusi lagi. Berulang-ulang hingga pemahamanmu utuh. Semakin kamu banyak membaca/menonton, kamu akan sadar bahwa kamu tidak akan pernah membaca karya yang sama dua kali. Karena setiap kali kamu membaca ulang, kamu pun berubah.

3. Mulailah menulis dengan berbagai macam struktur

Sebelum melanggar aturan, kamu harus memahami aturan dengan baik. Maka kamu harus bisa menulis dengan baik dan terstruktur. Kamu harus bisa menulis tanpa banyak berpikir lagi karena kamu sudah biasa dengan cara berpikir struktural. Struktur tulisan sudah banyak rumus dan sumbernya, tinggal kamu pakai terus menerus untuk latihan.

4. Mulailah membuat rencana penulisan

Setelah referensi terkumpul dan kamu pahami, dan struktur pun sudah kamu kuasai, kamu bisa membuat rencana yang berisi daftar bacaan, dan target waktu penulisan. Patuhi bahan bacaan itu, baca semuanya. Lalu kamu buat jadwal kamu akan menulis bebas setiap hari selama satu bulan. Tiga jam per hari.

5. Mulailah menulis

Pastikan jadwalmu kosong dan kamu punya tempat dan logistik makan minum yang cukup. Lalu mulai lah menulis sesuai jadwalmu. Kalau kamu merasa stuck, berarti kamu kurang baca, rekreasi atau olah raga. Tambah bahan bakar diotakmu dan selesaikan targetmu, misalnya, minimal 3 lembar per hari. Dalam 30 hari kamu akan dapat 90 lembar-an. 10 lembar lagi, kamu punya novel.

Btw, website ini ada karena ada yang menyumbang. Jadi kalau kamu suka tulisan ini, traktirlah saya kopi supaya saya bisa tetap berkarya dengan berkualitas. Tekan tombol di bawah ini:

Kamu tentu perlu waktu dan uang untuk bisa tetap menulis dengan baik. Kalau jadwalmu benar, kamu bisa menyelesaikan novel aliran kesadaranmu. Biarkan tokoh-tokoh bertambah dan berkurang, cerita terus berkembang, sampai waktu deadline tiba dan kamu sudah 100 lembar, kamu bisa akhiri novelmu. Akhir tidak harus selalu simpul, ia bisa terbuka biar kamu bisa bikin sekuel. Selamat mencoba!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.