Alam, Cinta, Puisi

OPHELIA

John_Everett_Millais_-_Ophelia_-_Google_Art_Project
Ophelia John Everett Milais

Arthur Rimbaud

I
Di atas air hitam tenang bintang-bintang terlelap
Ophelia putih mengambang seperti bunga leli
Mengambang perlahan, ditidurkan kudung panjang..
–Trompet  berburu terdengar dari hutan nan jauh

Seribu tahun tanpa Ophelia nan sedih
Hantu putih di sungai hitam panjang
Seribu tahun kegilaan manisnya
Bergumam dalam balada kabut pagi

Angin mengecup dadanya, merapikan kudungnya
Dalam buaian lembut air;
Dahan-dahan dedalu gemetar menangis di pundaknya.

Bunga-bunga leli yang kusut mendesah di sekitarnya;
Dan di atas semak-semak pohon alder kadang ia berputar-putar.
Ada sarang di mana getaran sayap-sayap kecil lepas,
-Sebuah lagu misterius jatuh dari bintang-bintang emas

II
Oh, Ophelia pucat! Cantik seperti salju!
Kau mati, anakku, dibawa pergi di antara air!
Angin dari gunung-gunung Norwegia
Membisikkan peringatan perihnya kebebasan.

Karena sebuah nafas dibawa suara-suara asing
Pada jiwamu yang resah, menggulung rambut panjangmu,
Hatimu mendengar nyanyian alam
Dalam kemarahan pohon-pohon dan desahan malam

Karena suara-suara memekakkan dari laut liar
Menghancurkan dada kecilmu, begitu manusia dan begitu lembut;
Karena pada sebuah pagi di bulan April, seorang ksatria pucat, tampan,
Seorang bodoh yang hina, bertekuk lutut di kakimu!

Langit! Cinta! Kebebasan! Mimpi-mimpi apa, Ophelia malang!
Kau mencair di sana seperti salju dalam api
Mimpi mencekik kata-katamu
-Ketakutan akan yang maha luas memancar dari matamu.

III

-Dan para penyair berkata kau datang setelah gelap
Dalam cahaya bintang, mencari bunga-bunga yang kaukumpulkan,
Dan di atas air, tidur dalam kudung panjang
Ia melihat Ophelia putih mengambang bagai leli

15 Mei, 1870

Film/Video, Portfolio

TV Jasamu Tiada…

Ini adalah video dalam kampanye Frekuensi Milik Publik remotivi yang saya produseri. Semua ide berasal dari rapat panjang saya, Roy Thaniago, Yovantra Arif, dan Indah Wulandari.

Disutradarai Gilang Ramadhan, dan dibintangi oleh adik-adik dari sebuah SD di Jakarta yang sesuai perjanjian namanya akan dirahasiakan. Terima kasih khusus untuk kepala sekolah, guru dan para siswa yang mau membantu dalam kampanye ini, walau ada banyak halangan dan tanggung jawab.

Prosa, Serial Annie

Annie #3

Disclaimer: cerpen ini mengandung adegan seks dan kekerasan.

Annie pacaran dengan Jay waktu SMA. Jay pemuda bertubuh kekar, berkulit gelap; selera Annie. Dia adalah jagoan sekolah: suka berkelahi, populer di antara cewek-cewek karena ganteng dan di antara guru-guru karena bandel.

Jay jadian sama Annie karena Annie bukan tipikal cewek baik-baik. Umur 15 sudah jadi perokok berat; rokoknya kretek. Bisa bermain alat musik gitar dan bass, dan Jay berharap Annie bisa diajak bercinta seperti film-film setengah porno yang ia tonton di bioskop di belakang rumahnya–rumah Jay dekat dengan pusat perbelanjaan Blok M. Tubuh Annie yang padat berisi dan wajahnya yang cantik tapi agak polos mengingatkannya pada Yati Octavia artis muda itu. ‘Mantap,’ Pikir Jay.

Baca lebih lanjut