
Saya mau berbagi sedikit obituari tentang salah satu orang yang paling saya kagumi di dunia, Dr. Iwan Tjitradjaja: antropolog, mentor, pengajar dan inspirator hidup saya.
I spent this whole day reading three dramas: ‘The Glass Menagerie’ by Tennesse William, ‘The Caretaker’ and ‘The Lover’ by Harold Pinter. Actually I did read them all a few years ago. But this time, somehow the atmosphere is more suitable than ever.
I just finished performing Shakespeare’s A Midsummer Night’s Dream last sunday. As usual, every time a grand performance is done, I suffer a severe melancholy. As if I have to say goodbye to a good friend, a lover, a part of me. No, its more than that, I feel like I have to leave a world with its characters and settings.

Suddenly my world change:
Saat kau tak di sini, ada langkah kakimu yang menjejak di lantai kamar kita. Detak jantungmu di sebelahku membangunkanku di tengah malam. Ketika kupaksa memejamkan mata, desah nafasmu menggaung di udara, memaksaku membuka mata hanya untuk memandang kekosongan.
Gelap.
Berjalan kaki melintas malam. Bau tak sedap yang kota ini sebar, bau got dan kecoak, kotoran hewan di trotoar, dan bau darah dan jeroan busuk di sekolah dan tanah lapang. Septic tank rusak mengumbar setan-setan hingga aroma tidak lagi hanya tercium: kau bisa melihat dan mendengarnya.