Buku, Kurasi/Kritik, Uncategorized

Badut Zarathustra dan Labirin Ruhlelana (Bagian I dari V)

BPS4pE8CEAAkUGl.jpg-large

Sebuah pengantar yang saya buat untuk buku kumpulan cerpen Ervin Ruhlelana, “Fiksi-fiksi Benang Merah (dalam 4 Genre).”

Saya adalah badut Zarathustra yang sedang memanjat tiang.

Yang ada di tangan anda seperti Indonesia. Sebuah negeri besar yang memiliki penduduk sangat banyak namun selalu dalam keadaan mengambang dan bingung. Sebuah bangsa yang setiap hari menemukan dirinya terjebak dalam sejarah baru—sejarah yang terus diungkap dan hanya sebagian orang mau melihat kenyataannya, sisanya memilih hidup dengan sejarah yang lebih familiar: ilusi peninggalan Soeharto atau mitologi fabrikasi agama. Sebuah bangsa yang terdiri dari individu-individu sesat arah yang masing-masing sadar atau tidak sadar memilih identitas dan membuat sejarahnya sendiri. Sejarah yang seringkali fiktif. Sejarah diri yang tidak berpegangan banyak pada fakta-fakta tetapi pada mitos dan rumor.

Baca lebih lanjut

Uncategorized

Benarkah mereka pelaku sodomi di JIS?

Negeri ini punya kebiasaan untuk menghukum orang tanpa pengadilan yang pantas. Menyiksa tahanan dan memaksa mereka mengakui kejahatan yang belum ada buktinya. Karena yang terpenting adalah reputasi di media, dan media mainstream begitu cari sensasi dengan wartawan-wartawan yang di bawah standar, hasilnya adalah kekacauan massal seperti ini. Bagaimana kabar kasusnya hari ini?

avatar Rusdi MathariRusdi GoBlog

Kartu pos dari SwissKasus pelecehan seksual terhadap seorang anak TK di JIS yang pernah menghiasi pemberitaan media begitu masif, menyimpan kisah lain yang memedihkan. Kisah dari orang-orang yang tidak berdaya, yang telanjur dianggap sebagai pelaku sodomi.

Lihat pos aslinya 2.079 kata lagi

Uncategorized

Retrospeksi Kekerasan Pada Anak

Selamat Hari Anak Nasional, Selamat Berkabung.

avatar C.SasmitaHer Schizophrenic Diary

Belum hilang dalam benak kita kasus pelecehan seksual yang dialami oleh seorang anak JIS (Jakarta International School), kemudian berita yang sama dimana cukup menghebohkan terjadi juga di Sukabumi oleh Emon seorang pedofilia dengan korban anak-anak hingga mencapai 140 orang, dan kini korban kekerasan dan pembunuhan Angeline yang menorehkan luka yang cukup dalam bagi masyarakat Bali karena adanya ketamakan dan tidak ada sikap tanggung jawab dari oknum-oknum terkait dan orang disekitarnya. Akankah kita tetap diam ketika menyadari dan menyaksikan mental barbar terjadi dilingkungan sekitar kita?

Barangkali ada banyak sekali kasus kekerasan, pelecehan, dan pembunuhan pada anak yang tidak terekspose media. Berdasarkan data Komnas Perlindungan Anak , kekerasan yang terjadi pada anak-anak meningkat jumlahnya dari tahun ke tahun. Dalam setahun angka kenaikannya bisa mencapai lebih dari 100 kasus dengan mayoritas diantaranya adalah kejahatan dalam bentuk pelecehan seksual seperti sodomi, pemerkosaan, pencabulan serta inses. Tentu data-data tersebut tidak hanya menandakan terkikisnya rasa kemanusiaan…

Lihat pos aslinya 803 kata lagi