Prosa, The Dance Room

The Dance Room (part I)

image

She opens the door. Her apartment is pitch black. She turns the lights on. Her world is black and white. She wears black: black dress, black shoes, black scarf.

Obviously, somebody just died. Like the color in her eyes, the lines on her face. Everything’s black and white and grey. Grey as in between. Her body is the vessel in between. She wants to cross over, but she hesitate. Is life worth living?

Baca lebih lanjut

Alam, Cinta, Puisi

Muntah Kun!

icelandSebanyak apapun kau muntahkan
Kau akan selalu mual dan muntah
Muntahanmu takkan pernah usai
Hingga kau sumpal dengan wajah

Wajah yang berseri, wajah yang tersenyum
Wajah yang berkata semua baik-baik saja

Hingga kau sendirian dan tak ada mata
Yang mandang wajah sumpalan
Dan kembali mual dan muntah
Isi perutmu tak ada batas

Kau muntahkan cinta, rindu, dendam
Kau muntahkan rasa perih binasa
Kau muntahkan alam semesta
Kenapa tak henti kau pun tak paham

Akal tak bisa menjelaskan
Bagaimana muntah menjelma
Jadi kata, jadi gerak, jadi aksara
Dan dari muntah kau berbagi sengsara

Tidak ada nikmat yang dibawa
Sengsara kembaran samsara

Dan kau sadar, disitulah asal tiada
Pada ia yang kembali ke samsara
Dan membuatmu sengsara
Meratapi pusara
Lara
Ara
Ra
A

Kun fa ya kun!

Allah adalah segala
Ia adalah kita Ia adalah semesta
Ia kekal tak berawal dan tak berakhir
Maka semua  kekal tak berawal tak berakhir

Kun fa ya kun!

Berubah bentuk bereinkarnasi menjadi jadi
Menjadi tanah, menjadi abu, menjadi udara
Menjadi batu menjadi ilmu menjadi lembu
Menjadi ini menjadi itu menjadi hampa dan
Menjadi ada menjadi tiada menjadikan kun!

Kun fa ya kun! Terjadi!
Kun fa ya kun! Mengada!
Kun fa ya kun! Meniada!

Innalilahi wa inna ilaihi raa ji’un!
Maka terjadilah ketiadaan…

English, Filsafat, Memoir, Racauan, Teater

Thirst

I spent this whole day reading three dramas: ‘The Glass Menagerie’ by Tennesse William, ‘The Caretaker’ and ‘The Lover’ by Harold Pinter. Actually I did read them all a few years ago. But this time, somehow the atmosphere is more suitable than ever.

I just finished performing Shakespeare’s A Midsummer Night’s Dream last sunday. As usual, every time a grand performance is done, I suffer a severe melancholy. As if I have to say goodbye to a good friend, a lover, a part of me. No, its more than that, I feel like I have to leave a world with its characters and settings.
image

Suddenly my world change:

Baca lebih lanjut