Moral Bengkok, Prosa

Duren Sore

Source: http://indoleader.com/index.php/megapolitan/2407-duh-makin-marak-pelacuran-di-jl-hayam-wuruk
Source: http://indoleader.com/index.php/megapolitan/2407-duh-makin-marak-pelacuran-di-jl-hayam-wuruk

Ratna tinggal di sebuah Mes di Cengkareng bersama dengan rekan-rekan seprofesinya. Setiap jam 4 sore, akan ada sebuah mobil kijang yang membawa Ratna dan 3 orang rekannya menuju ke Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, untuk mulai bekerja. Mereka bekerja di emperan jalan, menunggu orang-orang bermobil datang. Mereka memiliki beberapa penjaga yang menyamar menjadi tukang ojek—menyamar karena tukang ojek-tukang ojek ini tak bermaksud mengantar siapapun kecuali pelacur-pelacur yang dititipkan pada mereka—untuk mengawal perempuan-perempuan ini ke hotel langganan dan memastikan mereka baik-baik saja, aman dari sadisme pelanggan. Namun kadang-kadang, kekerasan bisa jadi sebuah kesempatan. Pelanggan yang agak kasar bisa diperas sekitar 100 ribu untuk satu luka memar.

Baca lebih lanjut