Moral Bengkok, Prosa

Duren Sore

Source: http://indoleader.com/index.php/megapolitan/2407-duh-makin-marak-pelacuran-di-jl-hayam-wuruk
Source: http://indoleader.com/index.php/megapolitan/2407-duh-makin-marak-pelacuran-di-jl-hayam-wuruk

Ratna tinggal di sebuah Mes di Cengkareng bersama dengan rekan-rekan seprofesinya. Setiap jam 4 sore, akan ada sebuah mobil kijang yang membawa Ratna dan 3 orang rekannya menuju ke Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, untuk mulai bekerja. Mereka bekerja di emperan jalan, menunggu orang-orang bermobil datang. Mereka memiliki beberapa penjaga yang menyamar menjadi tukang ojek—menyamar karena tukang ojek-tukang ojek ini tak bermaksud mengantar siapapun kecuali pelacur-pelacur yang dititipkan pada mereka—untuk mengawal perempuan-perempuan ini ke hotel langganan dan memastikan mereka baik-baik saja, aman dari sadisme pelanggan. Namun kadang-kadang, kekerasan bisa jadi sebuah kesempatan. Pelanggan yang agak kasar bisa diperas sekitar 100 ribu untuk satu luka memar.

Baca lebih lanjut

Moral Bengkok, Prosa

Selamatkan Kami Dari Tusboler, Ya Allah!

Source: http://data.whicdn.com/images/73156145/large.jpg
Source: http://data.whicdn.com/images/73156145/large.jpg

Ya Allah, Selamatkan kami dari Tusboler!

Mereka ada dimana-mana, ya Allah. Hafidz, anak hamba yang berusia 8 tahun menonton TV. Ia dan istri Hamba, Fatimah menonton lawakan yang membuat orang serumah tertawa-tawa setengah mati, ya Allah. Pembawa acaranya tusboler. Hamba paksa ganti saluran, acara musik, tusboler juga pembawa acaranya. Tusboler-tusboler itu lucu sekali, ya Allah! Anak-istri hamba tertawa-tawa ya Allah. Ampun Ya Allah. Hamba menahan tawa juga.

Baca lebih lanjut