Alam, Cinta, Eksistensialisme, Filsafat, Puisi

Tenang di dalam Gua

Kata-kata menguap, menyerap ke pori-pori
dan kau adalah oksigen ke paru-paru
stimulan kehidupan, memabukkan
tapi hidup,

melenakan tapi hidup,

sementara kesadaran adalah kematian.

Kebebasan, pembebasan, jaga keseimbangan
agar tidak kebablasan, ketersesatan ada di setiap lekukan jalan

Aih, begitu banyak kawan yang jadi penipu, pelacur
pencuri, perusak, permainan berbahaya
bisakah kau dan aku tetap percaya
bahwa kita saling menjaga
bukan lawan main
tapi kolaborator

Biarkan aku menenangkanmu
dan kau, aku
ketika badai itu datang
rengkuh aku dalam gua-gua pikiranmu
dan aku akan nyalakan api Plato

dunia kita buat
dalam mimpi aboriginal

dunia kita buat
menjadi lengkap

English, Memoir, Racauan, Uncategorized

Handwriting and Thought-wringing

So I have to get back to a point where it all started, the roots of all my problem: myself, deep inside. I have to re-learn things, this time with more precaution and slower pace. So I will get back to handwriting. Some of the things in my notes people will never see, some I will transcribe here after a deep thought.

Healing is not enough. I have to reconstruct and be honest to myself. I have to accept the fact that people have free will, and so do I. Consent must be respected, discontent discontinued by disregarding regrets.

And so I bid you adieu for this chapter of my life, and welcoming you to a phase of waiting. You will meet me again, as the same person but older and hopefully wiser.

A few projects ahead: I am producing a new horror series for Youtube, composing new songs for my solo (or probably duo) album, and getting back to writing literature.

Some people I know choose not to produce. They are waiting for some sort of muse or something, or a good time that, heck, will never come. I pushed enough to make these people make something out of their miserable life, that I forgot how miserable I am. Fortunately I am blessed with this melancholy and energy to create. So fuck you bystanders, I ain’t gonna wait. You can wait all you fucking want. I’m doing this, secretly, daily, until the day I decided to end my life.

A plan is a plan after all. Without acting, even nothing will refuse to exist.

 

Alam, Cinta, Eksistensialisme, Perlawanan, Puisi, Uncategorized

Tamu

by Adrianne Claudia

takdir datang tak ketuk pintu. barangkali ia lupa tata krama yang santun ketika bertamu. tak ada salam yang kita dengar dari dapur, atau tanda-tanda kabar ketika pamit keluar.

takdir datang tak ketuk pintu. barangkali kita lupa jadi tuan rumah yang menerima, menjamu tamu sekali waktu. tak ada rencana yang bisa kita baca di surat kabar, atau suratan yang mampir di kotak pos.

sekali-kali musti kita mau siaga menengok dan menyiapkan ia masuk.

semoga kita selalu dikasih kekuatan.

00:38
20/01/2018