Cinta, Eksistensialisme, English, Puisi, Uncategorized

Hunger

My hunger

I have told you this thousands of years ago

my hunger

is a monster you can never comprehend

Hell, I can’t even comprehend it myself

My hunger, my hunger

I run like mad horse

a black cube in the desert floating

made of pitch darkness

bottomless vacuum

my hunger, my hunger

How can I love you and live with this hunger

but how can I tell you about this hunger

when you have lost your limbs for me

And my dear doctor asked

“Will you satisfiy your hunger with a new prey?”

To be honest I’d rather die

Yet here I am devouring love

of a Goddess while chewing

at yout bones

Alam, Cinta, Eksistensialisme, Filsafat, Puisi

Tenang di dalam Gua

Kata-kata menguap, menyerap ke pori-pori
dan kau adalah oksigen ke paru-paru
stimulan kehidupan, memabukkan
tapi hidup,

melenakan tapi hidup,

sementara kesadaran adalah kematian.

Kebebasan, pembebasan, jaga keseimbangan
agar tidak kebablasan, ketersesatan ada di setiap lekukan jalan

Aih, begitu banyak kawan yang jadi penipu, pelacur
pencuri, perusak, permainan berbahaya
bisakah kau dan aku tetap percaya
bahwa kita saling menjaga
bukan lawan main
tapi kolaborator

Biarkan aku menenangkanmu
dan kau, aku
ketika badai itu datang
rengkuh aku dalam gua-gua pikiranmu
dan aku akan nyalakan api Plato

dunia kita buat
dalam mimpi aboriginal

dunia kita buat
menjadi lengkap

Alam, Cinta, Eksistensialisme, Puisi, Uncategorized

Muazin

Dia memandang langit mendung dan kerinduan merundung
pada apa-apa di kegelapan, ketika waktu jadi lautan
ia terbawa jauh ke tengah, gelegak air asin masuk ke dada
tenggelam hingga pasrah, lalu mengambang tak berdaya

Bintang itu adalah rumahnya,
sebuah pulau di angkasa raya
di sana, ia lihat bapaknya, bercahaya,
tak tergapai, sinar yang sampai
sudah lama selesai

Suara adzan menggema semesta
menyambut kefanaan,
tak pernah habis
shalat tak pernah didirikan
Muazin terus bersenandung

Kidung sapaan Tuhan
hantu berjalan terbalik
likur garis angkasa
kasar mengabur
mengubur
buram
ramal
malam

Musafir yang selalu berikhtiar
adalah kafir bagi mereka
yang memuja dan melupa
bahwa hidup yang sementara
tak hanya untuk berdoa
tapi juga untuk bekerja
dan bersukaria