English, Filsafat, Memoir, Racauan

Irrelevance

If you could learn any skills, downloading knowledge, how do you work in the future?

The Fact is that you are no longer special, everybody can do what you do. Are you irrelevant?

Well yes and no.

Yes, if you enter the market competition. There will always be people cheaper than you, with more skill. Younger, better, faster, cheaper, you won’t stand a chance. You will lose and thus irrelevant.

No, if you collaborate with friends, colleagues and partners. Start making projects that you love, keep learning (or downloading) the skills that you need to make the project real. Community, solidarity, collaboration is the future.

Anybody could do what you do, but nobody could replace your social and political role. You are who you are not because of your skills, but because of your friends, family, and community.

Filsafat, Politik, Racauan

Manusia Era Pandemik

Akulah manusia era pandemik, gampang panik, sering manik, dan suka gimmick seperti film Tilik, aku suka bergidik, sosmed orang kukulik lalu aku sirik, tapi nggak suka dihardik balik. Oh, dan makananku organik, pesan online tinggal klik.

Kelasku menengah, sering jengah gampang gerah nggak mau pasrah dan paling suka marah. Kalau beragama, banyak orang kutuduh bid’ah, kalau tidak beragama banyak orang kutuduh jadah.

Internet duniaku, rumahku kantorku, smartphoneku terhubung dengan otakku. Demi cintaku aku rela jadi otaku, karena semakin kulihat mukaku semakin yakin aku oralaku. Mengejar standar aku tak mampu, cuma orang jelek yang mau padaku padahal tinggi Nian standarku, tapi itu bukan masalahku karena sekarang ada laptopku, ponselku lebih pintar dari aku, VPNku, VR ku, Vagina Palsuku, Vigelku, Vintage gameku, anti Virusku.

Anti Virusku online dan offline, orang bilang aku impoten, tidak berpotensi dan tidak keren, karena aku kurang ngetren, nggak punya fren, dan dibilang cemen. Padahal aku paling ngetren, karena sebelom PSBB diteken, isolasiku udah permanen.

Aku siap menyongsong masa depan yang kosong, karena bukannya sombong, lututku sudah kopong karena kebanyakan dipong artis dewasa nipong dari situs JAV odong-odong.

Kesepian tak jadi masalah, yang penting tak kena musibah. Gempa, tsunami, pandemi, gunung merapi, tak membuatku gelisah. Karena tiada musibah paling bikin resah, selain kuota dan sinyal wi fi yang musnah dari rumah.

*) kalau kamu suka sama apa yang kamu baca, Traktir gue kopi dong di bit.ly/traktirnosa. Biar gue bisa merasa bahwa ada yang baca dan dengerin aja jadi lebih semangat bikin. Heheheh…

Filsafat, Politik, Racauan

Pelukis Tanpa Kelingking

horses2

Kau dan aku adalah debu-debu semesta. Kita begitu kecil dan tak berarti, maka kurasa kita harus menerima kenyataan ini. Semua hal yang kita anggap penting hari ini, dari agama sampai cinta, cuma dongeng belaka. Tenang saja, bahkan ketika kiamat datang, cuma kita yang mati, semesta jalan terus dan akhirat cuma ada di buku-buku dan artefak yang kita tinggalkan.

Baca lebih lanjut