Zygmunt Bauman: Bagaimana Menulis Ilmu Sosial Tanpa Data

Dalam buku 2003, “Liquid Love,” dia mengajukan pertanyaan terakhir tadi sebagai sebuah paradoks. Pak Bauman menulis,bahwa sekarang orang banyak “galau karena sendirian dan merasa gampang dibuang,” dan karena itu mereka “galau ingin ‘jadian.'” Pada saat yang sama mereka juga”waspada terhadap keadaan ‘jadian'”karena mereka takut itu “bisa membatasi kebebasan yang mereka butuhkan, yaitu” – ya, tebakan Anda benar – “kebebasan untuk berhubungan dengan orang yang lain lagi.”

Baca Selengkapnya
Iklan

Lima Pertanyaan Tentang Uber vs Taksi di Indonesia

Tulisan ini dibuat berdasarkan pertanyaan wawancara wartawan Viriya Paramitha, yang salah satu bagiannya ditulis The Jakarta Post dalam artikel di tautan ini. Banyak hal yang saya kurang setuju dalam artikel tulisan Ayomi Amindoni itu, khususnya soal framing politiknya yang sangat bias konsumen kelas menengah, dan menolak untuk dengan kritis “Covering Both Sides.” Tulisan di The Jakarta…

Baca Selengkapnya

Tubuh Yang Dibenarkan Politik

Adalah Hamlet yang bilang, “Tuhan memberikan perempuan wajah, tapi mereka melukis wajah lain.” Salah satu drama Shakespeare yang paling misoginis. Pertanyaannya adalah siapa sebenarnya yang menentukan standar kecantikan dan tubuh perempuan? Perempuan sendiri, laki-laki, atau jangan-jangan konsumen dari imaji perempuan yang bukan hanya laki-laki, tapi juga perempuan. Kalimat Hamlet tadi dengan gamblang menyatakan bahwa wajah…

Baca Selengkapnya

10 Lelucon Žižek Buat Menghina Teman

Berikut 10 banyolan yang saya dengar di kuliah umum Žižek, saya terjemahkan dan parafrasa. Beberapa lelucon ini sudah ada dalam buku Žižek’s Jokes, dan ia menceritakannya dengan narasi yang hampir sama sebagai ice breaker selama kuliah umum.

Baca Selengkapnya