Terlalu banyak kekecewaan akhir-akhir ini pada orang-orang di sekitar kita, iya kan? Seperti idealisme-idealisme yang hancur karena kemunafikan, dan kira jadi tak tahu mau percaya sama siapa lagi.
Tapi buat apa lagi sih hidup kita ini selain melakukan apa yang biasa paling bisa kita lakukan. Dan jika ada masalah-masalah yang membuat kita meluapkan emosi-emosi yang sebenarnya tidak perlu ya sudah istirahat dulu untuk berjuang lain kali. Dan jika kita sama-sama punya perang yang kita sedang hadapi, ada baiknya kita fokus berperang dulu dan tidak serta merta bertemu hanya untuk bertengkar dan mengatakan hal-hal yang tidak maksud kita katakan satu sama lain.
Tapi menakutkan juga jika momen terlewatkan begitu saja dan kita takut salah satu dari kita mati dan tidak sempat kita memadu kasih satu sama lain. Tapi siapa yang bisa menentukan itu. Tidak ada kontrol di dunia ini dan sebenernya, sebenar-benarnya, dengan seluruh buku, data, dan sains dan agama dan segala tuntunan, kita masih bergerak buta. Arah tidak menentu. Dan aku, yang sudah S2 dan punya pengalaman kerja belasan tahu n, pengalaman cinta, patah hati, ditinggal mati, malah merasa semakin hari semakin bodoh.
Apa kah yang aku ajarkan benar? Adakah gunanya? Apakah jangan-jangan aku membawa orang-orang ke jalan yang salah? Aku sangat yakin pada peta yang kupunya, tapi bisa jadi aku salah baca, atau petanya sudah ketinggalan zaman. Entahlah.
Sial, aku tidak tahu bagaimana cara mengakhiri racauan ini, karena aku masih ingin terus bicara. Aku ingin bicara tentang angin yang tak henti-hentinya berhembus kencang ketika pagi ini aku naik ke bukit untuk mencari sinyal.
Aku mau bicara tentang burung-burung yang bercuit membawa kabar buruk tentang kegagalan-kegagalan di mana-mana. Burung-burung yang bersuara serak karena terlalu sering berteriak, memberaki kepalaku dan membuang reaknya ke mataku.
Aduh, aku yang tak tahu arah ini jadi bhfa, entah kemana aku jalan tapi aku tahu ini bukit jadi aku turun saja. Dan aku terkandung lalu kepalaku terbentur baru dan aku membuka mataku di depan HP dimana aku sedang menulis racauan yang tak ada akhir di draft websiteku dan membayangkan kamu membaca ini dengan khidmat dan terhibur oleh racauan orang gila yang mulai lupa memakai tanda baca untuk menulis dan tidak ada perasaan bahwa ini tulisan akan berakhir mungkin nanti akhirnya akan seperti fade in di lagu- l a g u l a m a d a n b e r l a l u b e g i t u s a j a s e p e r t i o r a n g y a n g k e t i d u r a
Website ini jalan dengan sumbangan. Kalau kamu suka yang kamu baca, traktir penulisnya kopi di tombol bawah ini:
My dear friend, my old companion. I owe you my life and my demise and it’s been months since the last time we met. I see you are so fine and healthy and it sickens me, literally.
Today, as usual, you came unannounced. But I should’ve read the signs of your coming since a few days ago, since I’ve been losing sleep, and always worry of nothing. I should’ve read the sign on the sudden storms, and the sudden outburst and sensitivity I had toward my loved ones.
How your boss? Bet she’s busy these days, preparing the upcoming old but new plague. When you are around, I sure miss her, it’s been years since she and I last fucked and yes I do miss her. The way she strangled my neck or cut my wrist, or simply having a joy ride to find her gateway home. Remember that, M, there was always the three of us fucking each other with booze or anything that can get us high and dry.
Your boss has been my best friend as old as you are. But never mind her and her busy schedule. You’re around now, and I just took another lithium so we can be best friends again in my head. Yes, in my head, please. Don’t exposed yourself like today, you almost killed an old lady with a heart attack, and you almost ruin my busines. But I accept you, old friend. Because I remember our ride, and we were happy once so all are forgiven. For today, or for the future, I accept you the way you are, my wicked, radiant, burning, friend.
One of these day, methink, you will get me to your boss. I hope the day never comes but I can’t help but feeling you had a very evil plan for my future.
Whatever. Come to think of it, I have nothing, but too much to lose. Nothing is too much. You are just too much, old friend. I hope you’ll pass by, and let me stay for a while. But if I must go, then I will gladly go.
Come on, let’s hear some more music. It’s not over yet. Keep the lights on.
This site is run by donation. If you like what you read, visit my patreon at patreon or click this button if you are an Indonesian:
Nama pelaku pelecehan yang disidang massa twitter hari ini, 1 Februari, adalah Hasan Yahya A (@_haye_)
Hari ini seorang pelaku pelecehan seksual verbal di twitter dihakimi massa twitter lewat space: digadang, dimaki, dan dihina habis-habisan, setelah ia melecehkan seorang perempuan yang ikut diskusi di Space Twitter di malam sebelumnya. Diskusi yang diikuti adalah tentang ekspedisi, pembuatan film dokumenter, dan aktivisme lingkungan, diadakan oleh orang-orang yang sudah terkenal kritis terhadap rezim, para whistle-blower yang dianggap pahlawan oleh banyak orang. Si peleceh juga adalah orang yang cukup aktif membahas politik dan ia punya lebih dari 20 ribu follower sebagai veteran perang cuitan.
Ada masa ketika perang cuitan butuh konsentrasi luar biasa, dari kecepatan jari, logika berpikir, dan ketajaman kata makian. Dan si peleceh ini nampaknya adalah Lord of War untuk kata-kata tidak senonoh. Ia tidak punya katup untuk mengendalikan libido dan khayalan joroknya di jagad maya, dan ia pikir semua orang adalah penonton film porno. Rekam jejaknya dalam merendahkan perempuan sudah panjang, tapi kali ini, di tengah kampanye pembelaan sebuah grup aktivis kritis atas misi ekspedisi mereka, si peleceh masuk dan bikin hancur imaji yang sudah rusak.
Ada pola yang terlihat jelas dalam kasus pelecehan seksual yang melibatkan kelompok politis. Awalnya fokus ke korban, lama-kelamaan akan dibawa menjadi wacana untuk menjatuhkan wacana politik. Dalam kasus Sitok Srengenge dulu, korban cuma jadi pintu masuk untuk merangsek komunitas Salihara dan Gunawan Mohammad. Suara pembelaan dan pendampingan lama-lama hilang dalam makian dan tuduhan-tuduhan kepada komunitas/institusi yang membawahi si pelaku kekerasan seksual.
Begitupun dalam banyak kasus-kasus lain. Hari ini, peleceh itu mungkin tak akan diadili sedemikian rupa kalau ia bukan bagian dari grup ekspedisi dan berceloteh di situ. Grup yang sejak minggu lalu ‘bacot-bacotan’ di twitter tentang betapa rendah mereka memberi value pada relawan dan betapa kaya nya salah satu dari mereka–konon si peleceh adalah salah satu board dari production house yang hari-hari ini jadi salah satu yang paling produktif dan jadi bagian proyek ekspedisi. Maka ketika kasus pelecehan di twitter ini meledak tadi pagi, makin hancur pula lah reputasi ‘circle’ proyek ekspedisi ini. Banyak korban-korban si peleceh mengambil momentum buat angkat suara, untuk mendukung korban terbaru. Dan ini menyediihkan.
Menyediihkan karena perlu momentum besar hingga pengadilan rakyat net ini bisa terjadi. Perlu proyek besar yang hendak digagalkan biar suara-suara terbungkam jadi keluar, padahal seharusnya satu kasus saja cukup untuk menghukum si peleceh ini. Salah satu keluhan paling menohok secara politik adalah dari Kalis Mardiasih, si mbak feminis muslimah muda favorit saya, yang menjabarkan betapa aktivisme perempuan selalu disuruh mengalah dan ditinggalkan, dibanding aktivisme-aktivisme lain. Hasilnya, lelaki-lelaki hipermaskulin yang tidak bisa mengendalikan congornya (dan anunya) ini membuat gagal proyek kawan-kawannya yang bisa jadi tulus. Menyedihkan sekali bahwa belum sampai kuartal pertama 2022, sebuah film peraih citra, dan sebuah rencana ekspedisi untuk menyelamatkan alam ternoda sampai bau sangit gara-gara satu orang. Dan seandainya misi gerakan perempuan tidak dikesampingkan, orang-orang ini takkan punya congor dan keberanian untuk melecehkan, korban bisa diminimalisir.
Ada orang-orang yang bilang,”Ini konspirasi untuk menggagalkan proyek kritis, ini semua permainan politik.”
Untuk orang-orang semacam ini saya mau bilang dengan tenang: taik lo.
Ini memang politis, tapi jangan mengkhayal ada sebuah kekuatan besar tak terlihat macam Pasukan Mawar atau BIN yang membuat sebuah konspirasi untuk membuat skandal dan menjatuhkan nama filmmaker/aktivis ini. Ini politis karena gerakan aktivismenya membunuh dirinya sendiri ketika dominasi laki-laki dan bahasa patriarki terus menerus digunakan sebagai narasi utama. Jadi tidak perlu rezim atau intel untuk bikin proyek aktivisme terliihat sangat MUNAFIK. Cukup dengan percaya sama teman tanpa recheck dan tanpa memiliki SOP mitigasi kalau kasus seperti ini terkuak.
Politis di sini personal dan kolektif karena kasus pelecehan seksual sudah sebegitu mengkhawatirkannya hingga satu kasus saja jadi publik, banyak orang akan kesentil. Apalagi kalau kasus yang jadi publik itu dilakukan oleh seorang selebtwit yang mengaku intelektual dan sering bicara buku dan referensi. Maka belajar dari masa lalu, tidak ada salahnya mengambil momentum, tapi kita harus terus fokus pada tindakan pelecehan dan penanganan korban. Jangan sampai momentum yang diambil ini kembali menjadi ajang untuk, “tutup proyeknya, bubarkan PH-nya, cancel filmnya, hancurkan, bakar.” Sebuah proyek atau kantor yang menghidupi banyak orang, yang mengorbankan banyak hal untuk bisa survive dan membantu orang lain, ingin diluluh lantahkan karena ulah satu orang.
Sementara dalam kemarahan dan kekalapan itu, korban ditinggalkan di belakang.
Jangan jahat. Jadilah manusiawi.
Tabik!
P.S.: Semoga semua institusi belajar untuk membuat SOP mitigasi ketika ada anggota mereka yang terlibat kasus seperti ini, jadi tidak menunda-nunda tindakan atau melakukan pembelaan-pembelaan tidak perlu. Konsolidasi dan cancel secepatnya orang itu sebelum jadi cancer buat orang banyak.
Website ini jalan dengan sumbangan. Kalau kamu suka apa yang kamu baca, boleh traktir penulisnya kopi dengan menekan tombol di bawah ini:
I don’t think life changes that much for every human, or living being that lived since life was first roam the earth. Existence and consciousness just made it seems special. With that, life has meaning. Because a meaningless life belong only to non sentient being. They don’t need meaning to exist. But let me stop there before I get too Heidegger.
I have a lot of things in my mind. Rambling stuff that most of the time I put in my journal that I called the book of healing. I don’t feel the need to write there anymore, not because I feel that I have healed. I just don’t feel the need to have secrets or control the way I speak my mind anymore. I don’t know if my mind would ever get back to what it used to be, you know, functional. I still have doubts on my own perceptions. But I believe I found the logic of, at least, my own existence.
There will never be a time when I’m not confused, or feel lost. But even in that insecurities or the unknown, I will keep moving forward, toward my end. I don’t know how I will die, in lost or in found. In a lost cause or found glory. I just keep moving, keep working, keep serving, keep helping and once in a while I rest.
I stopped my bipolar meds abruptly. People say it’s dangerous. But I had no money nor time to take care of my mind. I hope I will be okay, but I will accept if I will not be okay. So far, things are going the usual: that is not right. With or without meds, things are not right. But my reaction is kind of different now. My reaction is less angry. I accept all the bad things that happened and will happened in my life. And I embrace the good things, good little things in between disasters. I am enjoying the company of people I love. My friends, colleagues, students, relatives.
The rest, I let rest.
Though these past few days I am restless. My insomnia is back. I know how to sleep but I just don’t want to. I don’t want to sleep just to wake up tomorrow and work again, I want to have more time with myself though I know it’s not possible because I have responsibilities. And those responsibilities are very hard to handle, these days.
Whatever. This writing should be in my journal than in my blog but let just rest it here just because I need to fill this blog up with daily writing. And I think it would be better if someone is reading this, I think this writing is quite safe because it does not contain any suicidal thoughts or depression talk. Just rambling mumbling helpless safe stuff in my head. No evil deeds, no evil needs.
I write this for you my dear readers. thank you for reading this, thank you for having me so far.
Be happy, be healthy. I will be too after I rest.
If you like what read. Be my patron at patreon.com/eseinosa
There I will give you some exclusive content like music, graphic, and my films.