Musik, Perlawanan, Politik, Portfolio, Puisi, Racauan

Kami/Kota

 

Lingkaran kami kecil
lingkaran kami sebatas sahabat dan saudara

Lingkaran kami kecil
lingkaran kami sejauh hutan rimba yang kau tebas menjadi

Reff
Uang kota menggeliat
kota menjadi kanker di tubuh kami
ruang kelas mencerabut
kelas mengasingkan nenek moyang kami

Orang kota menjelajah
kota menjajah tanah dan tubuh kami
sekat kelas meminggirkan
kelas menyingkirkan keberadaan kami

Lingkaran kami kecil
lingkaran kami setitik buih di laut luas

Lingkaran kami kecil
lingkaran kami seredup lentera nelayan yang melaut malam

Lampu kota menyilaukan
kota mengaburkan bintang arah kami
pulau palsu menjejalkan
palsu menjejal kami di ruang sempit

orang kota menduduki
kota menduduki hak asasi kami
ruang kota memberangus
kota memberanggus kampung-kampung kami

Cinta, Musik, Portfolio, Puisi

Telaga

Kala sendiri
Sepinya riang
Sunyinya nyaring
Diam, dia bahagia

Kasihnya pergi
Dua menjadi
Satunya letih
Dia, mengurung dirinya

O, apa guna
Membuka diri untuk cinta
Sementara di telaga
Hanya ada dia

Imajinasi
Jukstaposisi
Seakan nyata
Semua yang ia khayalkan

Lalu mengapa kau sedih
Setiap malam berlalu sendiri
dan pagi menghapus ilusi diri
yang kau racik sendiri, Kau teguk sendiri
cinta simpan sendiri benci diri sendiri

Musik, Portfolio, Uncategorized

Seorang Pelacur dan Dua Anaknya

 

Hujan yang turun terserap ke dalam buminya
Membuncah di bawah menghidupi dunia
Tapi di kota ini tanah tanah telah buta
Tertutupi aspal dan segala istana

Bunda, dimanakah rumah kita
Semua yang pernah terbangun dalam cerita
Pulang menuju ke gelap malam
Adikku tertidur di trotoar jalan

Bising desing mesinnya meninabobokkan
Tapi kutahu bunda tak pernah terlelap
Malam-malam temaram jahanam mencekam
Membawa bunda ke lorong-lorong mendekam

Bunda, mendesah mengerang sayang
Jahanam mencekik, menampar, bernafas parau
Uang sepeser untuk setetes
dan bunda kembali untuk merangkul kami

terusir selalu ke pinggir
tiada makna terpikir
tergusur lalu terkubur
terhapus tanpa mengabur