
Ini adalah cerpen yang saya adaptasi menjadi film pendek, Stalkers. Tentunya karena diadaptasi, maka banyak yang diubah, termasuk penambahan karakter. Cerpen dan filmnya menjadi karya yang benar-benar berbeda.

Ini adalah cerpen yang saya adaptasi menjadi film pendek, Stalkers. Tentunya karena diadaptasi, maka banyak yang diubah, termasuk penambahan karakter. Cerpen dan filmnya menjadi karya yang benar-benar berbeda.
Joff dulu lelaki bajingan.
Suzie dulu dan sekarang, wanita baik-baik.
Suzie mencintai Joff. Itu sudah pasti. Kalau tidak, untuk apa Suzie datang ke tempat seorang filmmaker dan minta ditempatkan di dunia yang paralel dimana ia bisa tidak bertemu Joff lagi untuk selama-lamanya.

Ratna tinggal di sebuah Mes di Cengkareng bersama dengan rekan-rekan seprofesinya. Setiap jam 4 sore, akan ada sebuah mobil kijang yang membawa Ratna dan 3 orang rekannya menuju ke Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, untuk mulai bekerja. Mereka bekerja di emperan jalan, menunggu orang-orang bermobil datang. Mereka memiliki beberapa penjaga yang menyamar menjadi tukang ojek—menyamar karena tukang ojek-tukang ojek ini tak bermaksud mengantar siapapun kecuali pelacur-pelacur yang dititipkan pada mereka—untuk mengawal perempuan-perempuan ini ke hotel langganan dan memastikan mereka baik-baik saja, aman dari sadisme pelanggan. Namun kadang-kadang, kekerasan bisa jadi sebuah kesempatan. Pelanggan yang agak kasar bisa diperas sekitar 100 ribu untuk satu luka memar.
😦