
Tulisan ini adalah sebuah tanggapan atas artikel soal bagaimana wartawan merepresentasikan demonstrasi buruh di link ini.
Bicara Politiklah

Tulisan ini adalah sebuah tanggapan atas artikel soal bagaimana wartawan merepresentasikan demonstrasi buruh di link ini.
Tulisan ini adalah sebuah peringatan keras. Kalau kita tidak hati-hati bicara di publik umum, menulis di blog secara kontroversial atas hal-hal yang sifatnya opini dan risetnya dangkal, hanya bisa berujung pada sebuah gerakan sosial yang tidak bisa kita kendalikan.
“Saya bingung, Mas. Mau milih siapa. Partai semuanya korup, capres juga belum ada yang benar-benar jelas visi-misinya.”
Nama supir taksi itu Muhammad Iqbal. Umurnya sekitar 40-an akhir dan suaranya menggelegar dalam–seperti seorang aktor panggung berpengalaman. Saya menimpalinya dengan pertanyaan, karena ingin tahu apa yang ia tahu.