Alam, Cinta, Eksistensialisme, Puisi

Dalam kegamangan lampu kota

source: http://wallpho.com/77001-abstract-city-lights-id-44046.htm
source: http://wallpho.com/77001-abstract-city-lights-id-44046.htm

Dalam kegamangan lampu kota mengabur
jadi rintik hujan yang kau biarkan menetes
di matamu yang terbuka.

Musik elektronik mengalun dari angkot-angkot menyala diskotik
mesin di dalam mesin menjadi mesin
dan di sela-sela otomatisme kau cari sisi analog dari kota ini

Digitalisasi yang kau tolak,
hidup tak hendak dihitung
tak lengkang dalam angka
umur, tanggal, presentase tenaga kerja
statistik pertumbuhan ekonomi
atau kendali populasi

Kerna tak semua berima,
kata yang tertebak tidak menunjukkan kecerdasanmu.

Jika kau sudah paham dan dapat menebak
artinya itu pekerjaan mudah

Bantal dan ruang kosong di ranjang sempit
kau sengaja sisakan biar cinta dan melankolia tetap hidup melebihi hidup
melebihi segala struktur dan sistem yang menjebakmu

melebihi matriks linguistik dan algoritma
melebihi fisika dan kuantum yang konon tanpa batas

Karena semesta di dalam sama luasnya dengan di luar angkasa
tak terhingga batas-batas yang bisa kau buat
dan kau langgar sendiri.

Mari berbuah lagi
ciptakan adam, malaikat, setan dan semesta
yang konseptual dan otentik

Lupakan imitasi, buat agitasi
buka pikiran terhadap kesempitan semesta proletariat

Kereta terus berjalan
kapan kau mau loncat?

Cinta, Eksistensialisme, Puisi

NIHIL

 

youand me

Mungkinkah aku tak sedih
ketika darahmu mendidih
karena hidup begitu pedih
dan semua suara jadi lirih
perih

Pun punuk pelantun
puisi padang pualam!

Subuh bagimu kelam
temaram teramat keramat
ibadahmu, Naar!
Dosamu, Jannah!

bualan bulan bulanan
bumi batu batin beku

Dan kau tak bisa lagi teriak
“Merdeka” atau “Ahad!”
Tak ada versa tak ada makna
tak ada ada, yang ada nihil

Hutang hulu hulubalang
Hilang Hilir Hidup

Masih sudikah kau bercinta
kalau kau tahu nihil
sudikah mencipta
kalau kau tahu nihil
sudikah bersuka berduka bersua berdua
kalau kau tahu nihil?

nol satu nol satu
esa non esa non

Aih, kau lupa!
bahwa nol dan satu
tercipta dari aku
untuk kau!

Eksistensialisme, Perlawanan, Puisi

Gila Tak Masuk Akal

nonsens

Hari-hari ini banyak yang merasa gila dan tak masuk akal.
Semua yang dipercaya dan dipikirkan runtuh
Tiba-tiba sebuah kaum yang percaya diri terasing
Dari kebenaran, keberanian, kecerdasan dan kemampuan berpikir.

Gila dan tak masuk akal karena tak bisa rela
ketika kontrol atas takdir tak di tangan sendiri
Tapi juga di tangan orang-orang lain yang minoritas mayoritas
dan jadi penguasa di atas angin

Gila dan tak masuk akal dulu ada obatnya: tentara datang ke rumah menyuruh bunuh tangan-tangan tak sepaham

Potong tangan kiri!!

dan untuk beberapa puluh tahun, mereka merasa aman tanpa tangan kiri

Tapi tanpa tangan kiri mereka tak bisa cebok.

Kini gila dan tak masuk akal
Karena tangan kiri tumbuh lagi
Tapi kotoran tak mau disapu
Padahal gatalnya sudah bikin
Gila dan tak masuk akal