Muazin

Dia memandang langit mendung dan kerinduan merundung pada apa-apa di kegelapan, ketika waktu jadi lautan ia terbawa jauh ke tengah, gelegak air asin masuk ke dada tenggelam hingga pasrah, lalu mengambang tak berdaya Bintang itu adalah rumahnya, sebuah pulau di angkasa raya di sana, ia lihat bapaknya, bercahaya, tak tergapai, sinar yang sampai sudah lama…

Baca Selengkapnya