Politik, Racauan

Sekedar bikin kesimpulan dari rentetan berita soal Kp. Pulo beberapa hari ini

Sumber Foto: Yusuf Akbar Parlaungan S.
Sumber Foto: Yusuf Akbar Parlaungan S.

Sebelum penggusuran dan kerusuhan sudah ada banyak pembicaraan dan negosiasi tentang bagaimana sistem untuk memindahkan warga ke Rusunawa, ganti rugi, dll. Dalam prosesnya banyak yang menghalangi rencana dan kesepakatan Warga dengan Pemda. Dari Pemda, Gubernur Ahok mengganti-ganti kesepakatan karena bentrok dengan dasar hukum dan UU, ia tidak menemukan justifikasi untuk mengganti rugi warga dengan uang kerohiman. Sebagai gantinya ia menawarkan berbagai fasilitas dan jaminan sosial di rusunawa yang dibangun di tanah Pemda tersebut. Untuk warga kelas menengah Jakarta kebanyakan, ini adalah solusi yang bagus dan manusiawi. Tapi sosialisasi dan pemahaman banyak warga Kp. Pulo yang masih tinggal di rumahnya, nampak berbeda-beda.

Baca lebih lanjut

Filsafat, Politik, Racauan

Humanistik dan Empatetik Hipsterdom

source: http://cdnimage.terbitsport.com/
source: http://cdnimage.terbitsport.com/

Ini curhat lho ya, jadi jangan dianggap serius. Referensinya nggak jelas, tulisannya nggak bisa dan nggak akan saya pertanggungjawabkan secara profesional akademis. Saya cuma memakai insting natural saya sebagai Hommo Labelicus, atau manusia yang suka ngasih label (lagi-lagi ini karangan saya, tak ada istilah ilmiah untuk kata latin ngasal ini). Ini tulisan latihan untuk bikin tulisan lain soal Hipster perjuangan, yang sudah berbulan-bulan masih dalam proses pengendapan karena belum klik. Otak masih nunggu disamperin Dewi-dewi Muse. Jadi yah, selow aje.

Baca lebih lanjut

Ethnography, Politik, Racauan

Memori Ojek Pangkalan dan Monopoli Gojek

www.go-jek.com
http://www.go-jek.com

DISCLAIMER:

Dilarang posting iklan. Karena ilmu pengetahuan itu GRATIS!

Kalau Jakarta mau jadi metropolitan yang sebenarnya, Gojek harus memonopoli semua pangkalan ojek. Harus profesional, teratur, terstruktur dan meminimalisir hubungan negosiasi antara tukang ojek (yang disebut driver (supir) oleh Gojek, padahal harusnya Rider (pengendara) karena motor tidak disetir tapi dikendarai)). Akan ada kepastian harga, kepastian keselamatan (asuransi) dan tidak ada ruang main-main atau dipermainkan. Apakah kita mau? Jangan bilang mau begitu saja, itu artinya gampang digodain setan. Coba saya bantu anda dengan memori saya tentang ‘institusi lokal’ yang hendak dibantai modernisme ini.

Baca lebih lanjut

Filsafat, Politik, Racauan

Dari Manusia Bernama Guido ke Ide bernama V: Kenapa Demonstran KAMMI Gagal Total


Saya ingat beberapa tahun yang lalu, saya mengubah akun Facebook saya menjadi Guy Fawkes setelah menonton V for Vendetta. Saya bersama kawan saya (anonim) membuat akun tersebut bermodalkan akun saya, supaya si Guy langsung punya teman (yaitu teman-teman saya). Di situ, kami berkomitmen untuk membuat akun GF tersebut jadi simbolik–kami akan upload status, tulisan atau apapun berkenaan dengan gerakan sosial dan segala bentuk perlawanan terhadap tiran. Saya sendiri membuat akun FB lain, yang saat ini saya pakai untuk menulis note ini. Sampai tahun 2011 Guy Fawkes buatan kami cukup banyak followernya–termasuk follower-follower dengan nama dan foto profil sama di seluruh dunia. Guy Fawkes menjadi gerakan anonim yang besar. Ada 22.000 orang lebih di seluruh dunia memakai topeng dan nama ini di facebook. Di tahun 2011 itu lah Facebook memutuskan untuk menghapus semua member yang punya nama Guy Fawkes, God, Muhammad SAW atau Allah SWT, dan hanya memperbolehkan orang membuat Fan Page tentang tokoh-tokoh simbolik ini. Dan semua notes, serta status-status keren hilang bersama Guy Fawkes kami.

Baca lebih lanjut