Memoir, Racauan

Efimeral Bagong

bagong copy

Mereka yang kuliah dan pernah kuliah di FIB UI pasti mengenal Sandy ‘Bagong’ Surakusumah. Kalau pun tidak secara langsung mengenal orangnya, pasti mengenal karyanya. Di banyak event, ia melukis mural dan membangun karya-karya instalasi dari yang kecil sampai yang raksasa. Dari bentuk tetumbuhan, pepohonan, hingga gapura dan gedung. Ia juga membuat berbagai macam karya sesuai wacana yang hendak dibawakan: dari perjuangan gerakan 98, sampai menyindir rektor ketika biaya kuliah mahal dan mahasiswa miskin tak bisa kuliah. Kebanyakan karya itu ia bangun dengan bahan-bahan sederhana: bambu, lem, kertas koran, pulp, cat tembok, cat kayu, kaso, kawat dan kadang hal-hal yang tak masuk akal untuk jadi karya seni: dedaunan kering, batang-batang pohon, botol plastik, tanah–Sandy Bagong adalah ahlinya mix media. Ia adalah satu dari tiga begawan seni rupa kontemporer FIB UI (versi saya) selain Mulyadi Iskandar dan Anca Dudy.

Baca lebih lanjut

Anthropology, Politik, Racauan

Racauan soal TK di I

Sumber Foto: Detik
Sumber Foto: Detik

Kalo tenaga kerja ahli dari luar udah masuk, bisa ngajarin orang sini, tapi orang sininya pas udah jago dibayar 1/10 tenaga ahli mah sama juga boong.

Terus lu pake nanya kenapa orang2 pinter Indonesia banyak yg ga punya nasionalisme dan pengabdian?

Status FB hari ini

Banyak keluhan kita-kita soal persaingan tak sehat antara pekerja profesional kelas menengah Indonesia, dengan mereka yang menyebut dirinya ‘expat’. Masalah inferioritas muncul dari karyawan sampai ke manajemen, yaitu melihat bahwa mereka yang berasal dari luar dihargai lebih dari yang lokal. Ini bukan hanya berlaku bagi bule, tapi juga bagi kawan-kawan lain dari Asia, seperti Filipina misalnya.

Baca lebih lanjut

Racauan, Workshop

Bermain Shakespeare (dalam konteks Indonesia)

Tulisan ini diterbitkan pertama kali di website teater katak. Dalam blog ini diedit ulang seperlunya.

Ilustrasi William Shakespeare/Kalya Risangdaru
Ilustrasi William Shakespeare/Kalya Risangdaru

Tulisan ini adalah penjabaran cara memainkan karya-karya William Shakespeare dalam konteks Indonesia yang dikompilasi dari sumber-sumber online dan pengalaman pribadi saya dalam memainkan dan mengkaji drama Shakespeare. Ada tiga hal yang harus saya tekankan sebagai prasyarat pembaca artikel ini. Jika seorang aktor/pembaca tidak memenuhi syarat-syarat di bawah ini, maka saya sarankan untuk mendiskusikan artikel ini dengan aktor/pelatih/sutradara yang berpengalaman ketika mencobanya. Karena drama Shakespeare mau tak mau akan selalu memiliki konflik interpretasi; bahkan untuk penonton berbahasa Inggris sekalipun, dialog Shakespeare seperti bahasa asing.

Baca lebih lanjut

Politik, Racauan

Sekedar bikin kesimpulan dari rentetan berita soal Kp. Pulo beberapa hari ini

Sumber Foto: Yusuf Akbar Parlaungan S.
Sumber Foto: Yusuf Akbar Parlaungan S.

Sebelum penggusuran dan kerusuhan sudah ada banyak pembicaraan dan negosiasi tentang bagaimana sistem untuk memindahkan warga ke Rusunawa, ganti rugi, dll. Dalam prosesnya banyak yang menghalangi rencana dan kesepakatan Warga dengan Pemda. Dari Pemda, Gubernur Ahok mengganti-ganti kesepakatan karena bentrok dengan dasar hukum dan UU, ia tidak menemukan justifikasi untuk mengganti rugi warga dengan uang kerohiman. Sebagai gantinya ia menawarkan berbagai fasilitas dan jaminan sosial di rusunawa yang dibangun di tanah Pemda tersebut. Untuk warga kelas menengah Jakarta kebanyakan, ini adalah solusi yang bagus dan manusiawi. Tapi sosialisasi dan pemahaman banyak warga Kp. Pulo yang masih tinggal di rumahnya, nampak berbeda-beda.

Baca lebih lanjut