Racauan, Workshop

Bermain Shakespeare (dalam konteks Indonesia)

Tulisan ini diterbitkan pertama kali di website teater katak. Dalam blog ini diedit ulang seperlunya.

Ilustrasi William Shakespeare/Kalya Risangdaru
Ilustrasi William Shakespeare/Kalya Risangdaru

Tulisan ini adalah penjabaran cara memainkan karya-karya William Shakespeare dalam konteks Indonesia yang dikompilasi dari sumber-sumber online dan pengalaman pribadi saya dalam memainkan dan mengkaji drama Shakespeare. Ada tiga hal yang harus saya tekankan sebagai prasyarat pembaca artikel ini. Jika seorang aktor/pembaca tidak memenuhi syarat-syarat di bawah ini, maka saya sarankan untuk mendiskusikan artikel ini dengan aktor/pelatih/sutradara yang berpengalaman ketika mencobanya. Karena drama Shakespeare mau tak mau akan selalu memiliki konflik interpretasi; bahkan untuk penonton berbahasa Inggris sekalipun, dialog Shakespeare seperti bahasa asing.

Baca lebih lanjut

Politik, Racauan

Sekedar bikin kesimpulan dari rentetan berita soal Kp. Pulo beberapa hari ini

Sumber Foto: Yusuf Akbar Parlaungan S.
Sumber Foto: Yusuf Akbar Parlaungan S.

Sebelum penggusuran dan kerusuhan sudah ada banyak pembicaraan dan negosiasi tentang bagaimana sistem untuk memindahkan warga ke Rusunawa, ganti rugi, dll. Dalam prosesnya banyak yang menghalangi rencana dan kesepakatan Warga dengan Pemda. Dari Pemda, Gubernur Ahok mengganti-ganti kesepakatan karena bentrok dengan dasar hukum dan UU, ia tidak menemukan justifikasi untuk mengganti rugi warga dengan uang kerohiman. Sebagai gantinya ia menawarkan berbagai fasilitas dan jaminan sosial di rusunawa yang dibangun di tanah Pemda tersebut. Untuk warga kelas menengah Jakarta kebanyakan, ini adalah solusi yang bagus dan manusiawi. Tapi sosialisasi dan pemahaman banyak warga Kp. Pulo yang masih tinggal di rumahnya, nampak berbeda-beda.

Baca lebih lanjut

Anthropology, Kurasi/Kritik, Teater

Wayang Orang Rock Ekalaya: Ketika Rock yang Sakral Menumbalkan Tradisi dan Diri Sendiri

Tulisan ini pernah dimuat di Jakartabeat, 19 Maret 2014. Ulasan ini akan coba mengupas satu persatu relevansi cerita Ekalaya dari Mahabarata dengan musik Rock Indonesia, bagaimana konsep kesakralan Rock di Indonesia ditampilkan dan bagaimana acara ini membuat tradisi wayang orang dijadikan tumbal untuk menjaga kesakralan Rock tersebut.

Baca lebih lanjut

Filsafat, Politik, Racauan

Humanistik dan Empatetik Hipsterdom

source: http://cdnimage.terbitsport.com/
source: http://cdnimage.terbitsport.com/

Ini curhat lho ya, jadi jangan dianggap serius. Referensinya nggak jelas, tulisannya nggak bisa dan nggak akan saya pertanggungjawabkan secara profesional akademis. Saya cuma memakai insting natural saya sebagai Hommo Labelicus, atau manusia yang suka ngasih label (lagi-lagi ini karangan saya, tak ada istilah ilmiah untuk kata latin ngasal ini). Ini tulisan latihan untuk bikin tulisan lain soal Hipster perjuangan, yang sudah berbulan-bulan masih dalam proses pengendapan karena belum klik. Otak masih nunggu disamperin Dewi-dewi Muse. Jadi yah, selow aje.

Baca lebih lanjut