Cinta dan Pekerjaan

“Ah, tapi seni seperti itu siapa yang mau lihat? Siapa yang mau beli?” Katanya. “Saya juga stres karena banyak orang-orang yang bukan berlatar belakang media, menjual produk media dengan harga murah.”

“Salah sendiri dijual,” kata saya.”Jual belakangan, bro. Bikin dulu aja. Lagian ngapain takut sama kemampuan orang lain bikin produk. Toh, banyak orang bisa menulis tapi berapa sih yang akan jadi penulis?”

“Ah, kalau begitu artinya masturbasi doang dong?”

“Yah, kalau masturbasi disebar kemana-mana, di kolam renang misalnya, kali aja ada yang hamil kan?”

“Gilak, lo!”

Baca Selengkapnya
Iklan

Zygmunt Bauman: Bagaimana Menulis Ilmu Sosial Tanpa Data

Dalam buku 2003, “Liquid Love,” dia mengajukan pertanyaan terakhir tadi sebagai sebuah paradoks. Pak Bauman menulis,bahwa sekarang orang banyak “galau karena sendirian dan merasa gampang dibuang,” dan karena itu mereka “galau ingin ‘jadian.'” Pada saat yang sama mereka juga”waspada terhadap keadaan ‘jadian'”karena mereka takut itu “bisa membatasi kebebasan yang mereka butuhkan, yaitu” – ya, tebakan Anda benar – “kebebasan untuk berhubungan dengan orang yang lain lagi.”

Baca Selengkapnya

Surat Albert Camus kepada Gurunya, dibacakan oleh Benedict Cumberbatch

Surat Albert Camus kepada gurunya setelah ia mendapatkan Nobel.

Baca Selengkapnya

Terkait Kartini Kendeng, Dian Sastro Masih Anak Filsafat

Jadi ceritanya, Dian Sastro mengirim surat klarifikasi atas artikel Kompas yang sembarangan menulis ulang opininya tentang ibu-ibu Kendeng yang menyemen kaki mereka. Saat itu Dian sedang ada di acara bertajuk, “Spirit Kartini dalam membangun bangsa yang mandiri.” Dari judulnya saja kita tahu bahwa itu acara emansipasi perempuan, dan karena event Kartini Kendeng baru berjalan, wajar…

Baca Selengkapnya